<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FMCG Archives &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/tag/fmcg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/tag/fmcg/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 02:40:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>FMCG Archives &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/tag/fmcg/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ambisi Susu Nasional Djarum di Tengah Ketergantungan Impor</title>
		<link>https://gokepri.com/ambisi-susu-nasional-djarum-di-tengah-ketergantungan-impor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 02:40:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Djarum Group]]></category>
		<category><![CDATA[FMCG]]></category>
		<category><![CDATA[impor susu]]></category>
		<category><![CDATA[industri susu]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[LSD]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan sapi perah]]></category>
		<category><![CDATA[PMK]]></category>
		<category><![CDATA[Sapi Perah]]></category>
		<category><![CDATA[susu nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=131669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Grup Djarum membangun peternakan sapi perah skala besar di Brebes untuk memperkuat produksi susu domestik <a class="read-more" href="https://gokepri.com/ambisi-susu-nasional-djarum-di-tengah-ketergantungan-impor/" title="Ambisi Susu Nasional Djarum di Tengah Ketergantungan Impor" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ambisi-susu-nasional-djarum-di-tengah-ketergantungan-impor/">Ambisi Susu Nasional Djarum di Tengah Ketergantungan Impor</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Grup Djarum membangun peternakan sapi perah skala besar di Brebes untuk memperkuat produksi susu domestik dan mengurangi dominasi impor.</strong></p>
<p><strong>JAKARTA (gokepri)</strong> — Grup Djarum memperluas bisnis ke sektor susu dengan membangun peternakan sapi perah skala besar di Brebes, Jawa Tengah. Langkah ini muncul di tengah tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor susu yang masih mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional.</p>
<p>Ekspansi tersebut menunjukkan mulai masuknya kelompok usaha besar ke industri susu nasional yang selama ini menghadapi persoalan produktivitas rendah, keterbatasan pasokan susu segar, serta tingginya biaya produksi peternakan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/unilever-jual-sariwangi-rp15-triliun-ke-grup-djarum/">Unilever Jual Sariwangi Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum</a></strong></p>
<p>CEO Savoria Group Ihsan Mulia Putri mengatakan konsumsi susu nasional terus meningkat, sementara produksi susu segar dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan pasar. Di sisi lain, tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia juga masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan.</p>
<p>“Sebagai bentuk komitmen terhadap Program Kerja Prioritas Presiden, khususnya Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional, Djarum Group berinvestasi membangun peternakan sapi perah terbesar di Indonesia,” ujar Ihsan, Selasa (12/5/2026).</p>
<p>Menurut Ihsan, Grup Djarum menerapkan sistem produksi terintegrasi dari peternakan hingga pengolahan atau from farm to factory guna menjaga kualitas dan kesegaran susu. Model tersebut juga diharapkan dapat memperkuat rantai pasok susu nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.</p>
<p>Brebes dipilih sebagai pusat pengembangan karena dinilai memiliki keunggulan geografis dan sosial. Wilayah itu dekat dengan sumber bahan pakan utama seperti jagung serta berada tidak jauh dari pasar susu terbesar di Indonesia, yakni Jabodetabek.</p>
<p>Selain faktor logistik, struktur ekonomi masyarakat Brebes yang bertumpu pada sektor pertanian dipandang mendukung pengembangan peternakan sapi perah berbasis agribisnis modern.</p>
<p>“Dengan keunggulan geografis dan sosial tersebut, Brebes diharapkan menjadi pusat pertumbuhan bisnis susu yang berkelanjutan serta mendukung peningkatan gizi masyarakat,” ujar Ihsan.</p>
<p>Melalui dua entitas usahanya, PT Global Dairi Alami dan PT Global Dairi Bersama, Grup Djarum menargetkan populasi 36.000 sapi perah dalam beberapa tahun mendatang.</p>
<p>Jika seluruh fasilitas telah beroperasi penuh, produksi susu dari proyek tersebut diperkirakan dapat menyumbang sekitar 18 persen terhadap target produksi susu segar nasional.</p>
<p>Ekspansi bisnis susu itu juga akan terintegrasi dengan lini fast moving consumer goods (FMCG) atau barang konsumsi harian Grup Djarum yang sebelumnya telah memiliki sejumlah merek makanan dan minuman.</p>
<p>Selain memperluas investasi, Grup Djarum mengklaim menggandeng petani dan peternak lokal melalui pola kemitraan, terutama untuk penyediaan pakan ternak dan bahan pendukung lain.</p>
<p>Menurut Ihsan, program itu melibatkan lebih dari 5.000 petani dan 8.000 peternak lokal di Brebes dan sekitarnya. Perusahaan juga menargetkan pembukaan ribuan lapangan kerja baru dari pengembangan kawasan peternakan tersebut.</p>
<p>“Melalui program pemberdayaan petani dan peternak lokal, Djarum Group ingin memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi Kabupaten Brebes dan wilayah sekitarnya,” kata Ihsan.</p>
<p>Meski prospek industri susu nasional dinilai masih terbuka lebar, sektor ini tetap menghadapi berbagai tantangan. Tingginya harga pakan ternak, ancaman penyakit hewan, dan keterbatasan bibit unggul masih menjadi hambatan utama pengembangan peternakan modern di Indonesia.</p>
<p>Ihsan menyebut penyakit mulut dan kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) menjadi risiko yang harus diantisipasi industri peternakan sapi perah. Selain itu, penggunaan teknologi dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga standar kualitas susu.</p>
<p>Permintaan susu nasional diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah dan program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, tanpa peningkatan kapasitas produksi domestik, ketergantungan impor diperkirakan masih akan membayangi industri susu nasional dalam jangka panjang. BISNIS.COM</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/ketika-kental-manis-disangka-susu/">Ketika Kental Manis Disangka Susu</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ambisi-susu-nasional-djarum-di-tengah-ketergantungan-impor/">Ambisi Susu Nasional Djarum di Tengah Ketergantungan Impor</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 23/27 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-05-13 11:44:44 by W3 Total Cache
-->