16 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Bus ALS dengan Truk Tangki

(internet)

JAKARTA (gokepri.com) – Tabrakan Bus ALS dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Selatan (Sumsel) mengakibatkan belasan orang meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi kemarin Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Bus terbakar hebat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumsel.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara Aiptu Iin Shodikin membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan awalnya bus ALS yang berisi diduga belasan orang melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi.

HBRL

“Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Setibanya di TKP, diduga bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut,” katanya.

Aiptu Iin menyebut 16 orang tewas akibat insiden ini. Pengemudi dan penumpang mobil tangki BBM tewas terbakar di dalam mobil tersebut.

“Pengemudi bus ALS meninggal dunia. Untuk penumpang bus masih kita data total korban yang meninggal dunia. Masih dicari database penumpang,” ujarnya.

Ada 5 Jasad Korban Teridentifikasi

Lima jenazah saat ini telah teridentifikasi. Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan kelima jenazah yang telah diketahui identitasnya itu ialah sopir bus ALS bernama Alif serta dua penumpang bus, yaitu M Fadli dan Saf. Dua jenazah lainnya adalah sopir truk tangki BBM bernama Yanto dan keneknya, Martini.

“Sementara untuk identitas korban lainnya belum diketahui, masih dicari identitasnya dulu. Besok dicek di labfor, baru nanti dibuka dan dicek, mungkin akan dipanggil atau diumumkan ke keluarga identitasnya,” kata Karim, dilansir detikSumbagsel.

Kecelakaan itu terjadi di Jalinsum Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, siang kemarin. Total 16 jenazah yang terlibat dalam kecelakaan itu telah dievakuasi ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau.

“Ada 16 jenazah, yakni 14 di bus ALS dan 2 di truk tangki minyak. Korban meninggal terbakar semua. Yang selamat ada 4 orang, di mana 3 orang mengalami luka bakar parah dan 1 orang mengalami luka ringan,” imbuhnya.

Dugaan Penyebab KecelakaanKarim mengungkapkan, dugaan kecelakaan terjadi karena bus ALS oleng ke jalur berlawanan, diduga hendak menghindari lubang. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Keterangan dari kernet bus yang selamat, bus sempat oleng ke kanan. Diduga menghindari lubang hingga akhirnya masuk ke jalur orang dan menyebabkan bus beradu kambing dengan truk tangki BBM dari arah berlawanan,” ungkapnya.

Karim mengatakan saat ini kedua kendaraan tersebut sudah dipindahkan dari badan jalan dan aktivitas lalu lintas di TKP sudah kembali lancar.

Aiptu Iin Shodikin menjelaskan awalnya Bus ALS yang berisi diduga belasan orang itu melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi.

“Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang. Sesampainya di TKP, diduga Bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan lantaran diduga menghindari lubang sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut,” kata Iin dilansir detikSumbagsel.

Akibat kejadian tersebut, kata Iin, kedua mobil tersebut terbakar hebat.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan 16 korban jiwa dalam kecelakaan tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah, Kota Lubuklinggau dan sampai pada pukul 17.00 WIB.

Polda Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kasus kecelakaan tersebut. Polisi menemukan sejumlah barang di luar ketentuan di muatan bus ALS.

Dalam olah TKP, terdapat temuan tabung gas hingga dua unit motor di muatan bus tersebut. Petugas juga menemukan kursi, dipan kayu, dan alat mesin motor. Temuan ini mengindikasikan adanya barang bawaan di luar ketentuan angkutan penumpang umum dan sedang didalami lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan turut berduka kepada seluruh keluarga korban. Dia memastikan pihaknya menangani insiden ini secara maksimal.

“Ini adalah musibah besar yang sangat memilukan. Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Seluruh kekuatan kami, mulai dari Polres Muratara, Polda Sumsel, RS Bhayangkara, hingga Tim DVI Pusdokkes Polri, saat ini bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dan keluarga mendapatkan kepastian secepat mungkin” ujar Nandang.

Saat ini, fokus utama kepolisian adalah proses identifikasi para korban melalui operasi Disaster Victim Identification (DVI). Operasi DVI Polri dilakukan untuk memastikan seluruh korban teridentifikasi secara ilmiah dan akurat.

Sebanyak 16 kantong jenazah yang sebelumnya dievakuasi ke RSUD Lubuk Linggau telah dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, untuk proses identifikasi lebih lanjut. Tim DVI dipimpin langsung oleh Kabid DVI Pusdokkes Polri Kombes Dr. Wahyu Hidajati, bersama tim ahli dari DVI Pusdokkes Polri.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pengemudi bus ALS berinisial A diduga berupaya menghindari lubang jalan dan mengambil jalur kanan, sehingga terjadi tabrakan frontal yang memicu ledakan serta kebakaran hebat.

Korban meninggal dunia yakni 14 penumpang bus dan dua kru truk tangki. Selain itu, tiga orang mengalami luka bakar serius dan saat ini dirawat intensif di RSUD Muara Rupit.

Sementara satu kenek bus yang mengalami luka ringan tengah menjalani pemeriksaan di Satlantas Polres Muratara. Selain itu, kepolisian juga memberikan atensi terhadap kondisi infrastruktur jalan di lokasi kejadian. *

(sumber: detik.com)

 

Pos terkait