Vaksinasi Masal Enam Hari di Hari Jadi ke-19 Kepri

Vaksinasi Presisi di Mako Brimob Polda Kepri di Tembesi, Batam, Rabu (8/9/2021).
Vaksinasi Presisi di Mako Brimob Polda Kepri di Tembesi, Batam, Rabu (8/9/2021).

Tanjungpinang (gokepri.com) – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan memperingati Hari Jadi-nya yang biasa dirayakan setiap tanggal 24 September. Pada perayaan Hari Jadi ke-19 tahun ini, Pemprov Kepri berencana menggelar vaksinasi masal untuk mengejar target vaksinasi 100 persen.

“Kita jadikan momen HUT Kepri ke-19 ini untuk menggelar vaksinasi masal selama enam hari. Sehingga target kita bisa segera terpenuhi dan kebijakan kita tentang rencana PTM (Pembelajaran Tatap Muka), pemulihan ekonomi, wisata, dan lainnya bisa segera kita laksanakan,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Kepri dan percepatan vaksinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (13/9/2021) di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Kepri merupakan provinsi ke-32 di Indonesia, hasil pemekaran dari Provinsi Riau pada tahun 2002. Meski dirayakan di tengah situasi pandemi, peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri tetap menjadi satu momen tahunan yang bisa memupuk rasa cinta pada provinsi ini.

Gubernur Ansar menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerjasama dan kerja keras dalam menurunkan angka prevalensi Covid-19 di Kepri. “Dan saat ini Kepri sudah status level 3, dengan kekompakan yang kita bangun ini saya yakin, kita bisa segera masuk level 2,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur juga mengevaluasi data tentang perkembangan covid di Kepri. Dimulai dari menurunnya angka masyarakat yang terpapar, tingkat sembuh yang lebih tinggi, BOR rumah sakit yang semakin sedikit, dan positive rate yang sangat baik bahkan jauh di bawah standar penetapan WHO.

Ansar mengatakan, Pemprov Kepri mengusung tema “Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit,” di Hari Jadi ke-19. Di momen tersebut, pihaknya menargetkan capaian vaksinasi harian Kepri sebanyak 40 ribu vaksinasi, baik untuk dosis satu dan dosis dua.

“Saat ini capaian target vaksinasi harian di Provinsi Kepri hanya sekitar 30 hingga 35 ribu vaksinasi. Saya sudah sampaikan Kemenkes untuk memastikan ketersediaan vaksin untuk Provinsi Kepri Aman,” ujar Ansar.

Data Satgas Penanganan Covid-19 Kepri per 14 September 2021, jumlah kasus aktif tinggal 501 kasus. Tersebar di Kota Tanjungpinang 153 kasus, Batam 121 kasus, Kabupaten Natuna 62 kasus, Karimun 61 kasus, Bintan 46 kasus, Lingga 40 kasus, dan Anambas 18 kasus.

Sementara sebanyak 1.060.709 orang atau 77,23 persen masyarakat Kepri sudah mendapat suntikan vaksinasi dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua sudah disuntikkan kepada 536.154 orang atau 39,04 persen.

Sedangkan total capaian vaksinasi untuk usia 12 – 17 tahun sudah mencapai 74,13 persen atau 153.933 orang. Untuk dosis kedua sudah disuntikkan kepada 59.475 orang atau 28,64 persen.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah Indonesia menyusun peta jalan yang merupakan startegi antisipatif dan dasar tatanan hidup baru bagi masyarakat. Hal ini melalui kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dinamis sesuai data dan fakta di lapangan.

“Peta jalan ini tidak hanya untuk menekan terjadinya penularan Covid-19, namun juga mendorong produktivitas masyarakat yang terkendali. Kedepannya, fokus pemerintah Indonesia mencapai fatality rate kurang dari 2 persen, kasus aktif kurang dari 100 ribu kasus dan positivity rate kurang dari 5 persen,” kata Wiku dalam Keterangan Pers di Graha BNPB, Selasa (14/9/2021).

Saat ini pemerintah terus memperbaharui kebijakan PPKM yang kembali diperpanjang untuk periode 14 sampai 20 September 2021. Untuk daerah Level 3 dan 2, Bioskop dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% tanpa makan dan minum di dalam ruangan. Dan pengunjung di bawah 12 tahun dilarang masuk. Oeprasional bioskop akan terintegrasi dengan sistem PeduliLindungi.

Pada daerah level 3 akan dilakukan ujicoba protokol kesehatan di tempat wisata dengan pengecualian pengunjung dibawah 12 tahun. Serta penerapan sistem nopol ganjil – genap dari dan menuju lokasi wisata yang berlaku mulai pukul 12.00 WIB Jumat hingga Minggu pukul 18.00 waktu setempat untuk mencegah kerumunan.

Lalu, penambahan indikator capaian vaksinasi dalam menetapkan level daerah. Maka syarat perubahan daerah level 3 menjadi level 2 yaitu minimal melakukan vaksinasi dosis 1 kepada 5% penduduk secara umum dan dosis 1 kepada 40% penduduk lansia atau lebih 60 tahun. Dan syarat perubahan daerah level 2 menjadi level 1 minimal vaksinasi dosis 1 kepada 70% penduduk secara umum dan dosis 1 kepada populasi lansia sebesar 60%.

Setiap Pemda level 2 akan diberikan waktu selama 2 minggu untuk mencapai target. “Jika tidak tercapai, maka akan ditetapkan sebagai level 3. Sebagai tambahan, capaian vaksinais terendah digunakan sebagai dasar penetapan level kabupaten/kota pada wilayah aglomerasi,” lanjutnya. (zak)

BAGIKAN