Unggulkan Elektabilitas Jagoan, Survei Terbelah

Tiga kandidat potensial di Pilgub Kepri, Ismeth Abdullah, Soerya Respationo, Isdianto.

Batam (gokepri.com) – Hasil penelitian sejumlah lembaga survei mengenai elektabilitas bakal kandidat yang akan maju di Pilgub Kepri, terbelah. Ada yang merilis elektabilitas Isdianto teratas, ada pula Ismeth Abdullah, lalu Soerya Respationo. Untuk calon gubernur, ketiga nama itulah yang sering muncul. Nama lain seperti Ansar Ahmad, Syahrul, Irwan Nasir, dan Marlin Agustin dianggap pantas menjadi calon wakil ketiganya.

Teranyar, hasil penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) Network. Hasil survei dengan pertanyaan sampel “Seandainya Pilgub Kepri dilaksanakan pada hari ini, siapa gubernur yang akan dipilih?” menunjukkan nama Plt Gubernur Kepri Isdianto di posisi teratas dengan 21,33 persen. Disusul nama Mantan Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah dengan 19,83 persen dan nama Mantan Wakil Gubernur Kepri yang juga Ketua DPD PDIP Kepri, Soerya Respationo hanya 11,00 persen.

Nama lain yang muncul, ada istri Walikota Batam Rudi, Marlin Agustina dengan 3,67 persen. Kemudian nama Mantan Bupati Meranti Irwan Nasir 1,83 persen dan Anggota DPR RI dari Golkar, Ansar Ahmad 1,67 persen.

Sementara untuk pertanyaan tentang nama-nama yang telah muncul dan akan didukung menjadi gubernur di Pilgub Kepri, nama Ismeth Abdullah justru mendapat poin tertinggi dengan 28,17 persen. Menyusul kemudian Isdianto dengan 23,83 persen, Soerya Respationo 12,83 persen, Marlin Agustina 5,17 persen, dan Irwan Nasir 3,33 persen.

Hasil berbeda dirilis Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang menempatkan Soerya Respationo dengan elektabilitas tertinggi untuk Pilgub Kepri 2020. Survei dilakukan 12–27 Februari 2020 dengan 1.224 responden yang tersebar di 400 desa/kelurahan di 5 Kabupaten dan 2 kota di Provinsi Kepri.

“Hasilnya, Soerya Respationo paling unggul dengan persentase 19,3 persen, disusul Ismeth Abdulllah 16,8 persen, Muhammad Rudi 16,1 persen, dan Isdianto 12,7 persen,” kata Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono.

Nama lain yang muncul di survei ini adalah Huzrin Hood dengan 7,2 persen, Ansar Ahmad 5,2 persen, Rizky Faisal 3,2 persen, Fauzi Bahar 2,8 persen, dan tidak memilih sebanyak 16,7 persen.

Lembaga survei Sinergi Data Indonesia (SDI) juga merilis hasil berbeda. Dalam surveinya pada Januari 2020, SDI mencatat elektabilitas Ismeth Abdullah teratas dengan 17,50 persen. Disusul Ansar Ahmad 10,75 persen, dan Isdianto 4,75 persen. Sedangkan kandidat lainnya masih jauh, seperti Soerya Respationo di angka 2,25 persen.

“Menarik perhatian kita adalah pak Soerya. Beliau tergolong aktif dan gencar sosialisasi, tapi tidak ada dampak ke elektabilitasnya,” ujar Analis politik, Indira Nainggolan di Batam center, Sabtu (8/2/2020).

Ia menilai, posisi Soerya dalam survey SDI tersebut dapat dikatakan dalam istilah politik ‘Underdog’ atau hilang harapan sebelum pencalonan. Berdasarkan analisa sementara, Indira memprediksi kuat akan menjadi pertarungan dua pasang calon saja. Mengingat satu dari tiga nama teratas survey, Ansar Ahmad kini sedang menjabat sebagai anggota DPR RI.

“Menganalisis hasil survei SDI maka semua bisa saja terjadi, karena popularitas dua tokoh tersebut sangat jelas. Ismeth adalah mantan Gubernur Kepri, sedangkan Isdianto adalah Plt. Gubenur Kepri sekarang,” kata Indira.

Sementara Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) dalam survei pada Desember 2019 elektabilitas Wali Kota Batam Muhammad Rudi masih yang tertinggi di Kepri dengan 28,8 persen. Kemudian disusul Soerya di kisaran 16,6 persen dan Isdianto 15,2 persen.

1
2
BAGIKAN