Tangani Covid-19, Natuna Perketat Masuknya Kapal

Bupati Natuna

Natuna (gokepri.com) – Bupati Natuna Wan Siswandi menyampaikan akan memperketat aturan kapal-kapal yang menuju ke Natuna. Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Pemerintah akan memperketat aturan kapal-kapal yang akan menuju ke Natuna, baik dari Serasan, Midai, Subi, dan kecamatan lain. Sehingga kapal yang masuk ke Natuna akan terdeteksi dan akan bekerjasama dengan teman-teman yang ada di Syahbandar dan melapor ke gugus tugas,” ujarnya melalui video conference di Kantor Bupati Natuna Lantai II, Jalan Batu Sisir Bukit Arai, Kamis (27/5/2021).

Selain itu, lanjut Wan, pihaknya akan menerjunkan Gugus Tugas ke kantor-kantor dinas, kantor bupati, kantor camat, lurah, hingga RT, dan RW. Pihaknya juga mengajukan permintaan 2.000 antigen, asker medis, PCR, matras tempat tidur, dan menyosialisasikan vaksinasi kepada masyarakat.

“Semoga dengan izin Allah hati masyarakat bisa terbuka untuk divaksinasi dan kita juga meminta kepada Allah setiap malam jumat akan melakukan doa bersama di masjid-masjid agar wabah Covid bisa diangkat di Kabupaten Natuna. Kita semua akan melaksanakan vaksinasi, karena kita adalah contoh bagi masyarakat,” ujarnya.

Rapat koordinasi Covid-19 melalui video conference tersebut dihadiri FKPD, OPD dan Tim Gugus Tugas Protokol Kesehatan terkait. Hadir juga Gubernur Kepri, Wakil Gubernur Kepri, Forkominda, dan seluruh bupati/walikota se-Kepri.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan bahwa setiap Kamis akan dilaksanakan rapat koordinasi dan komunikasi perkembangan Covid-19. Ia menjelaskan bahwa selama 19 sampai 26 Mei 2021, tercatat 2.181 atau 14,2 persen kasus aktif. Sementara kasus sembuh 12.774 kasus atau 83,6 persen, di bawah angka nasional sebesar 91,9 persen. Kemudian jumlah kematian 330 kasus atau 2,1 persen dan masih di bawah angka kematian nasional 2,8 persen.

“Peningkatan kasus di Provinsi Kepri, khususnya April 2021 sebanyak 1.988 kasus atau 4 kali lipat dibandingkan periode Maret dengan 486 kasus. Kemudian hingga 26 Mei, tercatat 4.111 kasus Covid-19, meningkat 2 kali lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya,” kata Ansar.

Ansar menjelaskan, pPeningkatan kasus di Provinsi Kepri didominasi oleh kluster yang terbentuk di masyarakat. Di antaranya kluster perkantoran, sekolah, keluarga, dan lain-lain.

“Peningkatan jumlah kluster kasus di Kepri, antara lain dikarenakan masih kurangnya tingkat kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan seiring dengan peningkatan aktivitas perekonomian yang tidak dibarengi dengan prokes yang disiplin dan lemahnya pengawasan terhadap pelaku isolasi mandiri,” jelasnya.

Menurut Ansar, angka kasus Covid-19 akan menurun signifikan jika dilakukan langkah-langkah untuk mendorong masyarakat melakukan 3M dan mempercepat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment). Ia menargetkan vaksinasi hingga akhir Juni mencapai 50 persen atau minimal sehari 300 orang,

“Saya juga menyarankan agar tenaga vaksinator ditambah dengan mencari anak‚Äďanak yang baru tamat kuliah STIKES untuk dipekerjakan sebagai relawan Covid. Tahun berikutnya akan diperkerjakan menjadi THL dan gajinya akan dibayar oleh Pemerintah Provinsi,” katanya. (wan)

BAGIKAN