<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kasus tbc di Indonesia Archives &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/tag/kasus-tbc-di-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/tag/kasus-tbc-di-indonesia/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 12 Nov 2024 05:12:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>kasus tbc di Indonesia Archives &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/tag/kasus-tbc-di-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kementerian Kesehatan Susun 3 Inovasi untuk Perangi TBC</title>
		<link>https://gokepri.com/kementerian-kesehatan-susun-3-inovasi-untuk-perangi-tbc/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asrul Rahmawati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Nov 2024 05:12:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi perangi TBC]]></category>
		<category><![CDATA[kasus tbc di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[menteri kesehatan budi gunadi sadikin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=101828</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bali (gokepri.com) &#8211; Kementerian Kesehatan menargetkan deteksi 1 juta kasus tuberkulosis (TBC) di 2025 demi <a class="read-more" href="https://gokepri.com/kementerian-kesehatan-susun-3-inovasi-untuk-perangi-tbc/" title="Kementerian Kesehatan Susun 3 Inovasi untuk Perangi TBC" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kementerian-kesehatan-susun-3-inovasi-untuk-perangi-tbc/">Kementerian Kesehatan Susun 3 Inovasi untuk Perangi TBC</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bali (gokepri.com)</strong> &#8211; Kementerian Kesehatan menargetkan deteksi 1 juta kasus tuberkulosis (TBC) di 2025 demi mengejar target eliminasi TBC pada tahun 2030. Untuk mencapai target ambisius itu, Kemenkes menyusun tiga inovasi untuk memerangi TBC.</p>
<p>Hal itu dipaparkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers Pertemuan Tingkat Tinggi Inovasi Tuberkulosis (High Level Meeting TBC Innovation) yang digelar di Bali pada Senin 11 November 2024.</p>
<p>“Target kami tahun depan, kita bisa menemukan sekitar 1 juta kasus. Dari 1.060.000 yang ditemukan, saya ingin 1 jutanya kita diagnosis,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/dinkes-batam-serius-tangani-tbc-jemput-bola-hingga-libatkan-lintas-sektor/">Dinkes Batam Serius Tangani TBC, Jemput Bola hingga Libatkan Lintas Sektor</a></strong></p>
<p>Tiga inovasi yang disusun ini bertujuan mendorong pemerataan akses pengobatan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pemanfaatan teknologi untuk diagnosis lebih cepat dan akurat.</p>
<p>Inisiatif pertama adalah meningkatkan dan mengembangkan sistem surveilans. Ke depan metode skrining TBC akan diperluas. Tidak hanya menggunakan alat TCM, yang juga digunakan untuk pemeriksaan diabetes, tetapi juga alat PCR yang sebelumnya dipakai untuk tes Covid-19.</p>
<p>“Skrining TBC itu susah karena harus diambil dari batuk, sekarang dengan teknologi PCR, lagi kita coba di Jawa Barat di-swab bukan di hidung, tapi di tenggorokan,&#8221; kata Budi.</p>
<p>Selain menggunakan alat PCR, Menkes juga sedang menguji teknologi terbaru USG, yang biasanya digunakan untuk memeriksa kondisi janin dan deteksi dini kanker payudara. Teknologi ini akan dicoba untuk identifikasi pneumonia atau TBC.</p>
<p>“Ternyata sekarang dengan dibantu AI, (USG) bisa untuk identifikasi pneumonia atau TBC,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sedangkan inisiatif kedua, yakni memperkuat aspek terapeutik atau pengobatan. Durasi pengobatan TBC yang cukup lama, yakni sekitar 6 bulan membuat banyak orang tak menyelesaikan proses pengobatan.</p>
<p>“Untuk obat, saya tertarik (Indonesia) ikut clinical trial yang sekali suntik. Jadi obat minum kalau bisa diganti dengan sekali suntik, atau juga alternatif keduanya obatnya diturunin dari 6 bulan ke 1 bulan,&#8221; kata dia.</p>
<p>Inisiatif ketiga adalah pengembangan vaksin TBC. Menkes menyebutkan, Indonesia telah terlibat dalam clinical trial vaksin TBC M72, tetapi tingkat keberhasilannya sangat rendah. Ke depannya Indonesia akan mengikuti clinical trial berbagai jenis vaksin TBC lainnya.</p>
<p>“Kombinasi vaksin dan pengobatan bila kita lakukan dengan baik bisa menjadi game charger yang sukses. Mari Indonesia ikut berpartisipasi dalam clinical trial di banyak jenis vaksin. Jadi, kalau gagal satu bisa dicoba yang lainnya,” ucapnya.</p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kementerian-kesehatan-susun-3-inovasi-untuk-perangi-tbc/">Kementerian Kesehatan Susun 3 Inovasi untuk Perangi TBC</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tempat Rawan dan Cara Penularan TBC yang Harus Diwaspadai</title>
		<link>https://gokepri.com/tempat-rawan-dan-cara-penularan-tbc-yang-harus-diwaspadai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Asrul Rahmawati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jun 2024 05:11:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[cara penularan tbc]]></category>
		<category><![CDATA[kasus tbc di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tempat rentan penularan tbc]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=90239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Batam (gokepri.com) &#8211; Ada beberapa cara penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) yang harus diketahui masyarakat. Selain <a class="read-more" href="https://gokepri.com/tempat-rawan-dan-cara-penularan-tbc-yang-harus-diwaspadai/" title="Tempat Rawan dan Cara Penularan TBC yang Harus Diwaspadai" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/tempat-rawan-dan-cara-penularan-tbc-yang-harus-diwaspadai/">Tempat Rawan dan Cara Penularan TBC yang Harus Diwaspadai</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Batam (gokepri.com)</strong> &#8211; Ada beberapa cara penularan penyakit Tuberkulosis (TBC) yang harus diketahui masyarakat. Selain itu masyarakat juga harus mewaspadai tempat-tempat yang rawan penularan TBC.</p>
<p>Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan disebut ada 821.200 kasus TBC di Indonesia pada tahun 2023. Jumlah ini meningkat dibandingkan kasus yang ditemukan di tahun sebelumnya.</p>
<p>Indonesia pun diketahui menempati urutan kedua sebagai negara dengan TBC terbanyak di dunia setelah India.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/kasus-tbc-mengkhawatirkan-pemerintah-kembangkan-vaksin-baru/">Kasus TBC Mengkhawatirkan, Pemerintah Kembangkan Vaksin Baru</a></strong></p>
<p>Dilansir laman Hellosehat, tuberkulosis merupakan infeksi sangat menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Bakteri TB memiliki karakteristik layaknya jenis bakteri pada umumnya.</p>
<p>Bakteri tersebut dapat bertahan hidup di suhu rendah, antara 4 sampai minus 70 derajat celcius pada waktu yang lama.<br />
Mycobacterium tuberculosis menyebar dari satu orang ke orang lainnya ketika penderita TB mengeluarkan dahak atau cairan liur dari mulutnya yang berisi kuman ini ke udara, misalnya saat batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau tertawa.</p>
<p>Cara penularan TBC umumnya terjadi ketika penderita berbicara selama kurang lebih 5 menit atau batuk sekali saja.</p>
<p>Dalam kurun waktu tersebut, droplet atau percikan dahak yang mengandung bakteri dapat terlepas dan bertahan di udara selama kurang lebih 30 menit.</p>
<p>Laman Kemenkes RI menyebut seseorang biasanya menghasilkan sekitar 3.000 percikan dahak atau droplet. Tergantung pada bagaimana keadaan lingkungan, kuman yang keluar dari batuknya penderita TB dapat bertahan di udara lembap yang tidak terpapar sinar matahari selama berjam-jam.</p>
<p>Hal ini menyebabkan orang yang berdekatan dan memiliki kontak dengan penderita TBC secara langsung berpotensi menghirupnya sehingga akhirnya tertular. Bakteri yang terhirup akan masuk ke alveoli atau kantung udara tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.</p>
<p>Sebagian besar bakteri akan dihancurkan oleh makrofag yang dihasilkan oleh sel darah putih. Sisa bakteri yang ada dapat tertidur dan tidak berkembang di dalam alveoli. Kondisi ini yang dinamakan dengan TB laten atau bakteri tidur sehingga tidak bisa menularkan ke orang lain.</p>
<p>Jika sistem kekebalan tubuh melemah, TB laten dapat berkembang menjadi penyakit TB aktif. Saat inilah bakteri akan menyebar ke bagian tubuh lainnya dan dapat menular ke orang lain.</p>
<p><strong>Tempat rentan penularan TBC</strong></p>
<p>Selain harus tahu penyebab TBC, masyarakat juga harus tahu tempat-tempat yang berisiko terjadi penularan sehingga bisa berhati-hati.</p>
<p>Secara umum, cara penularan TBC dapat terjadi di tiga tempat, yaitu di fasilitas kesehatan, rumah, dan tempat-tempat khusus, seperti penjara.</p>
<p>Penularan di fasilitas kesehatan sering terjadi karena rumah sakit atau puskesmas selalu ramai dipadati orang. Tak heran jika penularan TBC di rumah sakit disebut 10 kali lebih tinggi dibandingkan tempat lainnya.</p>
<p>TBC juga bisa menular di rumah jika tinggal bersama dengan penderita TBC di rumah. Hal ini karena Anda terpapar bakteri dalam durasi lama. Kemungkinan penularannya 15 kali lipat lebih bisa dibandingkan saat berada di luar rumah.</p>
<p>Semetara di penjara TBC juga mudah menular karena ventilasi tidak cukup masuk ke dalam sel penjara, sehingga sirkulais udara memburuk.</p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/tempat-rawan-dan-cara-penularan-tbc-yang-harus-diwaspadai/">Tempat Rawan dan Cara Penularan TBC yang Harus Diwaspadai</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus TBC Mengkhawatirkan, Pemerintah Kembangkan Vaksin Baru</title>
		<link>https://gokepri.com/kasus-tbc-mengkhawatirkan-pemerintah-kembangkan-vaksin-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jun 2024 02:33:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kasus tbc di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tbc di Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=89323</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri) &#8211; Pemerintah berencana uji klinis beberapa vaksin baru untuk mengatasi peningkatan kasus tuberkulosis <a class="read-more" href="https://gokepri.com/kasus-tbc-mengkhawatirkan-pemerintah-kembangkan-vaksin-baru/" title="Kasus TBC Mengkhawatirkan, Pemerintah Kembangkan Vaksin Baru" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kasus-tbc-mengkhawatirkan-pemerintah-kembangkan-vaksin-baru/">Kasus TBC Mengkhawatirkan, Pemerintah Kembangkan Vaksin Baru</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (gokepri)</strong> &#8211; Pemerintah berencana uji klinis beberapa vaksin baru untuk mengatasi peningkatan kasus tuberkulosis (TBC) pada 2024. Muncul kekhawatiran TBC dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Rencana ini disampaikan dalam rapat menteri-menteri pada 10 Juni. Kasus TBC di Indonesia mengalami kenaikan signifikan selama beberapa tahun terakhir. Kementerian Kesehatan memperkirakan terdapat lebih dari satu juta kasus pada tahun 2023, dibandingkan dengan sekitar 820.000 kasus pada tahun 2020. Pada tahun 2022, angka kematian akibat TBC di Indonesia mencapai sekitar 134.000 jiwa, tertinggi kedua di dunia setelah India.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/waspada-tbc-laten-yang-timbul-tanpa-gejala/">Waspada TBC Laten yang Timbul Tanpa Gejala</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/indonesia-dapat-dana-hibah-rp46-triliun-untuk-atasi-hiv-tbc-dan-malaria/">Indonesia Dapat Dana Hibah Rp4,6 Triliun untuk Atasi HIV, TBC dan Malaria</a></strong></li>
</ul>
<p>&#8220;Tiga perempat pasien berada dalam usia produktif dan 45 persen dari semua pasien tidak bekerja,&#8221; ungkap Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam rapat pemerintah dengan pemimpin daerah. Hal ini meningkatkan kekhawatiran penyebaran penyakit TBC dapat mengganggu aktivitas ekonomi. Meski demikian, ia tidak memberikan perkiraan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan Indonesia berencana melakukan uji klinis vaksin TBC yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi global GlaxoSmithKline pada Juli mendatang. Uji klinis ini akan melibatkan 2.500 orang dan didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation.</p>
<p>&#8220;Selain itu, uji klinis untuk vaksin buatan CanSino Biologics dari China juga diperkirakan akan dilakukan pada tahun 2024,&#8221; jelas Menteri Budi. &#8220;Kami berharap menjadi salah satu negara terdepan dalam pelaksanaan vaksinasi TBC,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Kami juga sedang dalam tahap persiapan untuk melakukan uji klinis vaksin mRNA yang dikembangkan oleh BioNTech, perusahaan yang memproduksi vaksin Covid-19 untuk Pfizer,&#8221; imbuh beliau.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menginstruksikan pemimpin daerah untuk membentuk satuan tugas guna mendeteksi infeksi TBC. Indonesia menargetkan penurunan angka kematian akibat TBC hingga 80 persen menjadi hanya enam kematian per 100.000 penduduk pada tahun 2030.</p>
<p>Bagi Indonesia, mengakhiri TBC pada tahun 2030 adalah prioritas. Peningkatan notifikasi TBC telah dilakukan di Indonesia. Tahun 2022 identifikasi penyintas sudah naik menjadi 700.000 dan pada 2023 menjadi 800.000 lebih, kemudian, pada tahun 2024 ditargetkan mencapai 900.000.</p>
<p>Notifikasi kasus TBC tahun 2023 merupakan yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mencapai 821.000. Namun, visi untuk mengakhiri TBC pada tahun 2030 harus diikuti dengan tujuan ambisius untuk mempercepat penelitian dan pengembangan vaksin TBC baru.</p>
<p>“Vaksin realy game changer,” kata Budi Gunai. Vaksin TBC yang Indonesia miliki saat ini sudah ketinggalan zaman. Hanya satu vaksin TBC yang disetujui selama satu abad: vaksin BCG, dengan kemanjuran berkisar antara 56 hingga 80 persen. Strategi WHO untuk menurunkan angka kejadian dan kematian TBC di tingkat global adalah melakukan terobosan teknologi, seperti vaksin TBC yang efektif baik dalam hal produksi maupun distribusinya. REUTERS | CANDRA GUNAWAN</p>
<p><strong data-reader-unique-id="38">Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen" data-reader-unique-id="39">Google News</a></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kasus-tbc-mengkhawatirkan-pemerintah-kembangkan-vaksin-baru/">Kasus TBC Mengkhawatirkan, Pemerintah Kembangkan Vaksin Baru</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 22/43 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-06-09 05:37:53 by W3 Total Cache
-->