<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>budidaya laut Archives &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/tag/budidaya-laut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/tag/budidaya-laut/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 May 2026 11:16:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>budidaya laut Archives &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/tag/budidaya-laut/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Budidaya Rumput Laut, Peluang Baru Nelayan Lingga</title>
		<link>https://gokepri.com/budidaya-rumput-laut-peluang-baru-nelayan-lingga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 11:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya laut]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[ekspor rumput laut]]></category>
		<category><![CDATA[Hilirisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<category><![CDATA[lingga]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Nyanyang Haris Pratamura]]></category>
		<category><![CDATA[rumput laut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=132308</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lingga disiapkan jadi sentra budidaya rumput laut. Lima ribu nelayan dilibatkan. TANJUNGPINANG (gokepri) &#8211; Pemerintah <a class="read-more" href="https://gokepri.com/budidaya-rumput-laut-peluang-baru-nelayan-lingga/" title="Budidaya Rumput Laut, Peluang Baru Nelayan Lingga" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/budidaya-rumput-laut-peluang-baru-nelayan-lingga/">Budidaya Rumput Laut, Peluang Baru Nelayan Lingga</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lingga disiapkan jadi sentra budidaya rumput laut. Lima ribu nelayan dilibatkan.</strong></p>
<p><strong>TANJUNGPINANG (gokepri)</strong> &#8211; Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan pengembangan budidaya rumput laut seluas 10 ribu hektare di perairan Lingga dengan melibatkan sekitar 5.000 nelayan. Program ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi pesisir sekaligus memperkuat sektor kelautan berbasis masyarakat.</p>
<p>Pengembangan rumput laut dipilih karena dinilai sesuai dengan karakter wilayah Kepulauan Riau yang didominasi laut. Selain meningkatkan produksi sektor perikanan, program tersebut diarahkan untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat pesisir.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/budidaya-rumput-laut-peluang-ekonomi-pesisir-kepulauan-riau/">Budidaya Rumput Laut, Peluang Ekonomi Pesisir Kepulauan Riau</a></strong></p>
<p>Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengatakan, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar pengembangan kawasan budidaya berlangsung bertahap.</p>
<p>“Pemprov Kepri juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian terkait untuk pengembangan budidaya rumput laut secara bertahap,” ujar Nyanyang di Tanjungpinang, Selasa (26/5/2026).</p>
<p>Dari target pengembangan 10 ribu hektare, saat ini baru tersedia sekitar 500 hektare kawasan budidaya rumput laut di Lingga.</p>
<figure id="attachment_132309" aria-describedby="caption-attachment-132309" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-132309" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/6A17B4F3-68EB-4C97-B1C3-12F6A3B26D0E.jpeg" alt="Nelayan mengelola budidaya rumput laut di perairan Lingga, Kepulauan Riau." width="800" height="533" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/6A17B4F3-68EB-4C97-B1C3-12F6A3B26D0E.jpeg 800w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/6A17B4F3-68EB-4C97-B1C3-12F6A3B26D0E-768x512.jpeg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-132309" class="wp-caption-text">Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura (tengah). ANTARA/Ogen</figcaption></figure>
<p>Menurut Nyanyang, skema budidaya akan melibatkan masyarakat pesisir. Setiap kepala keluarga direncanakan mengelola sekitar dua hektare lahan.</p>
<p>Dengan masa panen sekitar 45–60 hari, produktivitas rumput laut diperkirakan mencapai lima ton per hektare. Artinya, satu keluarga yang mengelola dua hektare berpotensi menghasilkan sekitar 10 ton rumput laut dalam satu siklus panen.</p>
<p>Pemprov Kepri memperkirakan pendapatan masyarakat dari usaha tersebut dapat mencapai Rp 8 juta hingga Rp 10 juta per bulan.</p>
<p>“Estimasi pendapatan itu berasal dari hasil panen dua hektare atau setara 10 ton rumput laut,” kata Nyanyang.</p>
<p>Pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan industri hilir rumput laut. Produk hasil budidaya tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diarahkan ke industri pengolahan.</p>
<p>Rumput laut dapat diolah menjadi bahan baku kosmetik, obat-obatan, hingga pangan olahan. Langkah ini diharapkan memberi nilai tambah dan memperluas pasar.</p>
<p>“Pasar ekspor rumput laut sudah tersedia, salah satunya Tiongkok. Kami terus mendorong pengembangan dari sektor hulu hingga hilir,” ujar Nyanyang.</p>
<p>Kepri memiliki potensi pengembangan budidaya rumput laut karena sekitar 96 persen wilayahnya berupa laut. Selain Lingga, potensi serupa juga terdapat di Karimun, Bintan, Batam, hingga Natuna.</p>
<p>Namun, keberhasilan program masih bergantung pada kesiapan infrastruktur budidaya, akses pasar, serta kepastian rantai hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/budi-daya-rumput-laut-di-kepri-ditingkatkan-untuk-pasok-pasar-internasional/">Budi Daya Rumput Laut di Kepri Ditingkatkan untuk Pasok Pasar Internasional</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/budidaya-rumput-laut-peluang-baru-nelayan-lingga/">Budidaya Rumput Laut, Peluang Baru Nelayan Lingga</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 23/29 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-05-26 19:44:00 by W3 Total Cache
-->