Siswa Mulai Bosan Belajar Daring, Ingin Secepatnya Pembelajaran Tatap Muka

Siswa bosan belajar daring
Guru sedang memberikan materi pembelajaran jarak jauh (PJJ) lewat daring. Kegiatan PJJ daring ini mulai dirasakan siswa membosankan dan ingin segera pembelajaran tatap muka (PTM) digelar sekolah. IST

Batam (gokepri) – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) lewat daring mulai terasa membosankan bagi para siswa. Apalagi dalam PJJ banyak didominasi oleh pemberian tugas ketimbang belajar secara online yang hanya dilakukan selama 2 jam.

Masalah PJJ daring, selain cukup membingungkan dan materi sulit dicerna siswa, juga keterbatasan siswa untuk bertanya kepada guru apabila ada materi kurang dipahami.

Bahkan tidak sedikit sekolah sama sekali tidak menggelar pembelajaran daring hanya memberikan sejumlah tugas kepada siswanya lewat pesan WhatsApp. Hal ini lebih disebabkan keterbatasan pengetahuan IT guru, dan juga diperburuk perangkat IT dimiliki para siswa terbatas.

Seperti disampaikan siswa bernama John Cristoper, Arian Pardede, Muhamamad Hafis dan Ardian Wilson siswa dari SMAN 16 Batam. Mereka mengaku jenuh dan bosan dengan belajar daring terus. Selain pelajaran sulit dimengerti juga banyak tugas yang harus dikerjakan.

“Bosen dan jenuh belajar daring terus, kami ingin segera tatap muka lebih enak pelajaran kami pahami dan kami juga mudah untuk bertanya pada guru kalau ada soal yang kurang dimengerti,” ujar mereka bersahutan saat diminta pendapatnya terkait pembelajaran daring selama ini, Senin (26/7).

Tak hanya siswa, bahkan guru juga mengaku sangat merindukan pembelajaran tatap muka (PTM), karena kata mereka kalau hanya siswa belajar lewat daring saja pelajaran yang disampaikan kurang maksimal dan banyak dikeluhkan para siswa sulit bertanya bilamana ada soal yang kurang dimengerti karena waktu terbatas.

“Belajar lewat daring jelas kurang maksimal diterima para siswa. Jauh berbeda ketika pembelajaran tatap muka, materi disampaikan benar-benar bisa dicerna siswa dengan baik,” kata Yuliasman SPd guru sejarah di SMAN 16 Batam.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 16 Batam, Elmi SPd, membenarkan kalau sejauh ini banyak orang tua maupun siswa mengusulkan untuk digelar PTM. Namun ia belum bisa memastikan kapan PTM ini digelar, karena pihaknya masih menunggu kebijakan dari Disdik Provinsi Kepri.
“Kita tahu sendiri kalau sekarang ini program pemerintah masih Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tentunya kami harus menaatinya,” ucap Elmi.

Namun demikian kata Elmi lagi, pihak sekolah bersama guru selalu berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dalam penyampaian materi pembelajaran daring ini, agar tidak membosankan diterima para siswa. Ditegaskan Elmi, bahwa untuk pembelajaran jarak jauh secara daring ini terus menerus melakukan inovasi dengan tujuan materi pembelajaran mudah dicerna siswa, dan menyenangkan, serta dapat mengurangi beban siswa. (aat)

|Baca Juga: Pneumonia Pembunuh Balita Nomor Wahid, Mari Belajar Teknik Hitung Napas untuk Deteksi Dini

BAGIKAN