Ribuan Pelajar di Batam Telah Divaksin

Vaksinasi pelajar di Kota Batam memasuki hari kedua, menyasar ribuan pelajar SMP.
Vaksinasi pelajar di Kota Batam memasuki hari kedua, menyasar ribuan pelajar SMP.

Batam (gokepri) – Vaksinasi bagi para pelajar di Kota Batam terus digesa di sejumlah sekolah. Langkah ini demi mengejar target Wali Kota Batam Muhammad Rudi agar semua pelajar divaksin dalam 10 hari sebelum Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai.

Tahap awal kegiatan vaksinasi ini sasarannya bagi para pelajar usia 12-17 tahun dari tingkat SMP dan SMA sederajat. Sedangkan vaksinasi telah dilakukan sejak Minggu lalu, dimulai dari SMAN 1 Batam sebanyak 1.072 pelajar, SMAN 5 Batam 1.437 pelajar, dan SMAN 3 Batam sebanyak 1.332 pelajar. Sedangkan pelajar SMPN 25 Batam sebanyak 1.227 pelajar, SMPN 27 Batam 1.345 pelajar, SMPN 4 Batam dengan sasaran 1.141 pelajar.

Seperti pada Jumat (9/7) lalu, kegiatan vaksin serentak juga digelar di SMPN 6 Batam sebanyak 800 lebih pelajar, SMPN 9 Batam 1.200 lebih, SMPN 59 Batam 392 lebih pelajar, SMPN 60 Batam 300 pelajar dan SMPN 61 Batam 300 pelajar. Sedangkan pada Sabtu (10/7) kemarin dijadwalkan vaksin pelajar di SMPN 12 Batam serta SMP lainnya. Namun sayangnya stok vaksin tersedia terbatas, akhirnya kegiatan vaksin dijadwalkan ulang pada hari berikutnya.

Menurut kepala sekolah SMPN 59 Batam, Ihsan Mulyadi, vaksinasi program pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Di samping itu juga bagi para pelajar dalam menyongsong PTM, karena para guru secara keseluruhan di Kota Batam sudah pada divaksin dua kali.

“Mustahil guru divaksin tapi siswa tidak saat menggelar PTM nanti. Makanya instruksi dari Pemko Batam melalui Disdik Kota Batam, seluruh siswa harus divaksin,” ucapnya.

Lurah Sagulung Kota, Diyan Rangga, mengungkapkan sejauh ini para pelajar di sekolah SMP maupun SMA sederajat hampir semua telah divaksin. Begitu pula masyarakat hanya tinggal 4 RW lagi dari 19 RW. Ia berharap bagi masyarakat belum divaksin diminta melapor ke-RW dan didata tinggal dilaporkan ke pihak terkait.

Kegiatan vaksin pelajar ini disambut antusias orang tua, kendati mereka agak sedikit was-was namun demi menjaga kekebalan tubuh anaknya dari serangan virus, mereka merelakannya.

Begitu pula Komite SMPN 61, Sumadi, menilai bahwa vaksinansi ini sudah seharusnya dilakukan agar para pelajar aman ketika PTM digelar nanti. Namun demikian protokol kesehatan tetap yang paling utama untuk mencegah terjadinya cluster baru di sekolah. (aat)

|Baca Juga: Polda Kepri Tinjau Gerai Vaksinasi Presisi di Lingga

BAGIKAN