Kepri

Program Khusus ala Pertamina Kepri

Batam (gokepri.com) – Mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan dan meningkatkan konsumsi bahan bakar nonsubsidi menjadi rancangan program Sales Area Manager Pertamina Kepri yang baru; Fachrizal Imaduddin. Direspons antusias oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.

“Nama programnya Langit Biru,” ungkap pria yang akrab disapa Ical itu kepada wartawan di bilangan Harbour Bay, akhir pekan lalu.

Ical akrab dengan program Langit Biru karena menangani langsung proyek tersebut ketika menjabat Sales Area Manager Retail Pertamina Sulawesi Utara dan Gorontalo sebelum di Kepri. Sulut dan Gorontalo ditunjuk sebagai balai proyek tersebut. Ical sebelum di Kepri dan Sulut-Gorontalo, pernah dinas di Semarang, Jakarta, Pekanbaru dan Aceh.

Program Langit Biru diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI bersama PT Pertamina (Persero). Tujuan utamanya mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor karena sekitar 75% polusi udara di kota besar di Indonesia dari emisi gas buang kendaraan. Programnya berjalan bertahap selama enam bulan.

Bentuk programnya menarik karena bernuansa diskon atau potongan harga bahan bakar alias Pertalite Harga Khusus. Dengan program tersebut, salah satu jenis BBM yakni Pertalite akan dijual dengan harga lebih murah atau seharga Premium.

Harga Pertalite di Batam dan Kepri per 10 Juni 2021 Rp8.000 per liter. Jika Langit Biru diterapkan di Kepri, maka harga Pertalite kira-kira sekitar Rp6.450 per liter.

“Dijual seharga Premium,” sebut Ical.

Melalui Langit Biru, masyarakat didorong menggunakan Pertalite dengan angka RON 90 yang sesuai dengan spesifikasi mesin modern ketimbang Premium dengan angka RON 88 dengan kandungan sulfur yang tinggi.

PLB pertama kali dilaksanakan di Denpasar, Bali, sejak Juli 2020, dan secara bertahap Program PLB sudah hadir di 93 Kabupaten atau Kota di wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dan di luar Jamali, Program PLB kini sudah dapat dinikmati di 22 Kabupaten atau Kota.

Program ini sudah disampaikan langsung Sales Area Manager Pertamina Kepri Fachrizal kepada Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Ical yang baru tiba di Kepri sebulan lalu, sudah bertemu Ansar pada pekan lalu di kantor Gubernur Kepri di Dompak, Tanjungpinang.

Selain program Langit Biru, Ical juga menyampaikan beberapa program peningkatan perekonomian masyarakat lewat workshop kepada Gubernur. Workshop atau pelatihannya seputar penggunaan energi hijau. “Gubernur sendiri yang akan menindaklanjuti program-program tersebut,” ujar pria kelahiran Bandung, Jawa Barat itu.

Ical yakin Kepri punya potensi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di saat menurunnya pendapatan akibat pandemi. Saat ini dia memperkirakan PBBKB Kepri mencapai Rp25 miliar. Jumlah itu lebih banyak ketika Ical memimpin di Sulut-Gorontalo yang pajak bahan bakarnya sebesar Rp16 miliar.

Ia melihat dengan strategi dan program yang tepat serta sinergitas yang baik dengan pemda, Kepri mampu menaikkan PBBKB tersebut di kisaran Rp6 miliar hingga Rp8 miliar sehingga bisa berdampak bagi penggunaan pajak untuk pembangunan daerah dan perekonomian. Kepri sendiri tercatat menerapkan pajak bahan bakar sebesar 10 persen, atau paling tinggi se-Indonesia.

Baru menjabat di Kepri, selain ke Tanjungpinang, Ical sudah mengunjungi Natuna untuk melihat kondisi di kabupaten paling utara itu termasuk melihat penerapan BBM Satu Harga.

Awal Mei, Ical ikut meresmikan Pertamina Shop (Pertashop) di Sei Lekop, Sagulung, Kota Batam. Pertashop adalah layanan baru BBM dari Pertamina kepada masyarakat dengan produk yang dijual adalah BBM berkualitas misalnya Pertamax.

Pertashop sebagai lembaga penyalur resmi Pertamina, begitu juga dengan Pertashop di Sei Lekop yang menyediakan Pertamax dengan harga sama seperti di SPBU yakni Rp9.400 per liter.

Ical pun menyiapkan program lain untuk Kepri yakni penukaran gas subsidi tiga kilogram dengan gas lima kilogram atau gas pink. Programnya menarik karena konsumen hanya tidak perlu keluar uang banyak untuk mendapatkan gas pink.

Konsumen hanya menukarkan satu tabung gas tiga kilogram dan membayar isi ulang gas pink seharga Rp62.500. Tak sampai di situ, Pertamina Kepri akan memberikan saldo link senilai Rp50.000 kepada konsumen yang menukarkan tabung gas melonnya. “Artinya masyarakat hanya perlu bayar Rp12.500,” tutur Ical.

Meski baru rencana, Pertamina Kepri optimistis program tersebut mampu menarik perhatian masyarakat dengan menukarkan gas melonnya dengan tujuan meningkatkan penggunaan bahan bakar nonsubsidi. Pertamina berencana meluncurkan program ini dalam waktu dekat. Namun, program ini diperkirakan hanya untuk 300 penukar pertama saja. (Can)

|Baca Juga: BLOK ROKAN: Ribuan Pekerja Chevron Gabung ke Pertamina Grup

 

 

Berita Lainnya:

  • Nasional

Presiden Jokowi Putuskan PPKM Level 4 Dilanjutkan sampai 9 Agustus

Jakarta (gokepri.com) - Presiden Joko Widodo mengumumkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4…

9 jam ago
  • Head Line

BULU TANGKIS: Ginting Raih Medali Kedua bagi Indonesia

Tokyo (gokepri.com) - Indonesia sukses mengamankan medali kedua dari cabang olahraga bulu tangkis Olimpiade Tokyo…

10 jam ago
  • Olahraga

Kanada Melangkah ke Final usai Taklukkan Amerika Serikat 1-0

Batam (gokepri.com) - Kanada berhasil melaju ke final setelah mengalahkan juara dunia Amerika Serikat (AS)…

10 jam ago
  • Hukum

Wakil Ketua DPRD Maluku Utara Tersangka Kasus Kekerasan

Ternate (gokepri.com) - Kepolisian Daerah Maluku Utara (Polda Malut) melalui Dit Reskrimum Polda Malut telah…

10 jam ago
  • Batam

Berkonsep Modern, Pasar Induk Jodoh Akan Dibangun Lima Lantai

Batam (gokepri.com) - Pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh dipastikan tetap terlaksana. Dibangun lima tingkat dengan…

10 jam ago
  • Nasional

RI-AS Latihan Militer Bersama lewat Garuda Shield

Batam (gokepri.com) - Prajurit Angkatan Darat Indonesia (TNI AD) dan Amerika Serikat (US Army) akan…

10 jam ago