Polda Kepri Musnahkan Sabu Cair dan Kristal di Batam

Batam (gokepri.com) – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau (Kepri) memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu cair sebanyak 13,20 liter dan sabu kristal seberat 28,86 kg siap edar.

Selain mengamankan barang haram tersebut, kepolisian juga berhasil menangkap satu orang tersangka laki-laki bernama Mulia Abdi alias imul saat ingin mendekati Perairan Tanjung Riau, Sekupang, Kota Batam, Minggu 14 April 2024 dini hari.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, Kombes Pol Donny Alexander, menyampaikan, pengungkapan jenis sabu cair tersebut merupakan modus baru yang berhasil diamankan kepolisian di wilayah Kepri.

Baca Juga: Bea Cukai dan Bareskrim Polri Gagalkan Pengiriman 8,3 Liter Sabu Cair dari Batam

Menurut Donny, sabu cair ini lebih mudah dibawa sindikat narkoba karena tidak terlihat seperti bentuk narkoba lain yang berbentuk padat. Dari hasil uji laboratorium forensik, Donny mendapati bahwa cairan narkotika ini adalah prekusor dengan kandungan murni metamfetamin.

“Sabu cair ini baru, beda dengan namanya happy water. Kalau happy water juga ada kandungannya tapi ini adalah murni sabu cair,” ujarnya.

Donny mengungkapkan, dengan 1 liter sabu cair dapat menghasilkan 2,5 kg jenis sabu kristal atau padat. Sehingga jika dihitung dari 13,20 liter sabu cair yang telah diamankan, maka sama dengan 33 kg sabu kristal atau padat.

“Kuat dugaan kami itu akan dikristalkan dan akan diedarkan. Sesuai dengan apa yang kita lakukan dalam proses penangkapan dengan modus ini, kelihatannya memudahkan dengan meng-cover barang buktinya berbentuk cairan,” ujarnya.

Menurutnya, sabu cair siap edar ini juga bisa digunakan seperti liquid pada rokok elektrik. Seperti pengungkapan perkara yang pernah dilakukan di Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.

“Itu bisa jadi semua. Bisa juga apakah itu dicampur dengan liquid dengan bahan itu juga yang bersifat namanya nanti liquid sabu cair. Tapi makanya data ini masih dalam proses pendalaman kami,” ungkapnya.

Donny juga menyampaikan, dari hasil pengakuan pelaku, barang bukti tersebut diambil di perbatasan laut Indonesia dari Malaysia yang akan dibawa melalui Kota Batam untuk dikirim ke Provinsi Jambi.

“Jadi tujuan utamanya itu bukan di wilayah Kepri. Hasil proses penyidikan barang ini akan dikirimkan ke titik lokasi provinsi lain,” katanya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah mengatakan dari hasil penyitaan narkotika jenis sabu cair sebanyak 13,20 liter, maka pemerintah telah berhasil menyelamatkan 162.500 jiwa masyarakat Indonesia dari bahaya penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Selain sabu cair dan kristal, kepolisian juga memusnahkan lebih dari 21 kg narkotika jenis sabu dari perkara lainnya. Narkotika jenis ganja seberat 1,8 kg dan pil ekstasi 1.106 butir. Pemusnahan dilakukan di depan aula Mapolda Kepri, Senin, 29 April 2024.

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan 10 perkara dari pengungkapan kasus berbeda selama rentang waktu bulan Januari sampai April 2024 dengan tersangka sebanyak 15 orang.

Para tersangka terancam Pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun dan paling singkat 6 tahun penjara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

BAGIKAN