Perselisihan TNI AL dan Brimob Sorong Berakhir Damai

TNI AL dan brimob
epala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan salam saat pembukaan Rapat Pimpinan TNI AL 2024 di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Kamis (29/2/2024). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Jakarta (gokepri) – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan perselisihan antara anggota TNI AL dan oknum Brimob Polda Papua Barat di Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu (14/4/2024) telah berakhir damai.

“Sebagai Prajurit Jalasena harus selalu menunjukkan jiwa kesatria dan selalu menjunjung tinggi sinergisitas kepada seluruh instansi dan elemen masyarakat dimanapun berada,” tegas KSAL dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu malam.

Senada dengan KSAL, Panglima Komando Armada III (Pangkoarmada III) Laksamana Muda TNI Hersan menyatakan penyesalannya atas peristiwa yang merusak sinergisitas TNI-Polri. Ia pun berharap kejadian ini tidak terulang kembali dan soliditas kedua institusi tetap terjaga.

Baca Juga:

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi ke depannya, agar soliditas TNI-Polri tetap terjalin erat,” kata Pangkoarmada III.

Pangkoarmada III telah menjenguk para korban yang dirawat di RSAL dr. Oetojo Kota Sorong dan memberikan keterangan pers di Polresta Sorong Kota.

Ia menjelaskan saat ini pimpinan TNI dan Polri di Sorong telah melakukan mediasi dan akan menindaklanjuti kejadian tersebut dengan penyelidikan lebih lanjut.

“Apabila ada oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Pangkoarmada III.

Pangkoarmada III mengungkapkan Kapolda Papua Barat telah menyampaikan permohonan maaf kepada TNI dan masyarakat umum, serta berkomitmen untuk memberikan tindakan tegas kepada para pelaku yang menyebabkan rusaknya soliditas TNI-Polri.

“Kami berharap rekan-rekan yang masih di rumah sakit segera diberikan kesembuhan, dan sekali lagi, kita tetap menjaga soliditas TNI-Polri,” pungkasnya.

Peristiwa bentrok antara anggota TNI AL dan Brimob di Pelabuhan Sorong terjadi pada Minggu pagi, 14 April 2024, sekitar pukul 09.30 WIT.

Perkelahian tersebut berawal dari teguran yang diberikan anggota TNI AL Marhanlan XIV/Sorong kepada personel Brimob Polda Papua Barat yang berada di lokasi. Akibat bentrokan ini, lima orang mengalami luka-luka.

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

Sumber: ANTARA

BAGIKAN