Pemilik Pabrik Kosmetik Ilegal di Bintan Tuntut Loka POM ke Pengadilan

pabrik kosmetik ilegal bintan
Kuasa Hukum TRC, Ahmad Fidyani (kiri). Foto: Gokepri.com/Engesti

Tanjungpinang (gokepri.com) – Tim Rumah Cantik (TRC) atau Pemilik pabrik kosmetik ilegal di Bintan menggugat Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Tanjungpinang ke pengadilan lantaran menilai penggeledahan dan penyitaan beberapa waktu lalu melanggar hukum.

Kuasa Hukum TRC Ahmad Fidyani menyebut, gugatan tersebut dilakukan TRC melalui mekanisme Praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

“Pihak Loka POM Tanjungpinang tidak hadir dalam persidangan tersebut. Alhasil, majelis hakim menunda persidangan hingga 7 Mei mendatang,” kata dia.

Baca Juga: Rumah di Bintan Jadi Tempat Pembuatan Kosmetik Ilegal

Ia menyebut, tindakan Loka POM Tanjungpinang menggeledah rumah kliennya yakni KR melanggar Kitab Undang-undang Hukum Acara Pindana (KUHAP). Penyitaan itu kata dia tidak sah karena harus memiliki izin dari Pengadilan Negeri (PN) setempat.

“Saat itu kami tanyakan, ternyata mereka menyampaikan tidak perlu izin dari PN. Karena, memiliki surat perintah tugas dan penggeledahan,” kata dia.

Selain itu pihaknya menilai, penggeledahan dan penyitaan oleh Loka POM Tanjungpinang menimbulkan korban.

Pasalnya, anak dari kliennya yang berusia 4 tahun kini mengalami trauma atas tindakan tersebut dan harus mendapatkan pendampingan psikolog.

“Ada anak umur 4 tahun jadi korban. Di dalam rumah ketakutan melihat ramai dan intimidasi. Kami rujuk ke psikolog di Batam, memang trauma. Minta juga rujuk ke lembaga perlindungan anak,” kata dia.

Sedangkan untuk ganti rugi, pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut. Sebab, kliennya saat ini masih harus mengurusi anaknya yang trauma.

“Kalau ganti rugi, nanti kita lihat karena klien kita masih mengurus anaknya,” lanjut Iwan.

Sebelumnya, Loka POM Tanjungpinang melakukan penggeledahan dan penyitaan di rumah pemilik TRC berinisial KR di kawasan Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan.

Loka POM menduga, KR melakukan aktivitas memproduksi peralatan kecantikan yakni skincare secara ilegal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

BAGIKAN