Neko Wesha Dijagokan Masyarakat Tanjab Timur Jadi Bupati

Neko Wesha
Muhammad Nizar-Neko Wesha Pawelloy menghadiri syukuran jelang satu tahun kepemimpinannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lingga. Syukuran berlangsung di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri, Kamis 6 Januari 2022 malam. (foto: gokepri/Tambunan)

Lingga (gokepri.com) – Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy dalam beberapa pekan terakhir jarang tampil bersama Bupati Lingga Muhammad Nizar dan Ketua DPRD Lingga. Ia malah digadang-gadang menjadi calon bupati di kabupaten lain.

Kabar itu datang dari dari provinsi tetangga Kepri, Provinsi Jambi, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Isu politik itu muncul dalam grup WhatsApp Diskusi Publik Tanjung Jabung Timur.

Nama anak sulung mantan Ketua DPRD dan Bupati Lingga Alias Wello tersebut dijagokan untuk memimpin Muara Sabak, yang merupakan Ibukota Tanjungjabung Timur.

Grup yang berisi beberapa tokoh penting mulai dari aktifis, wartawan, anggota DPRD serta sejumlah pejabat penting di Tanjung Jabung Timur tersebut, secara terang-terangan mempromosikan salah satu tokoh politisi muda Kabupaten Lingga tersebut.

Salah satu nomor yang memulai percakapan tersebut datang dari aktivis yang selama ini begitu vokal mengkritisi kabupaten tersebut.

Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy ketika disampaikan tentang screenshot percakapan tersebut mengatakan ia sampai saat ini belum berpikir ke arah sana.

“Karena saya harus fokus pada pekerjaan-pekerjaannya sebagai Wakil Bupati Lingga,” ungkap Neko, Senin 17 Januari 2022. “Saya memang sangat dekat dengan masyarakat di sana, dan Tanjung Jabung juga bagian dari kehidupan saya. Tapi sampai saat ini jangankan berpikir untuk maju di Tanjung Jabung Timur, untuk maju sebagai Bupati atau kembali mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati saja saya belum terpikirkan, karena tugas yang diemban ini harus diselesaikan dulu.”

Neko berujar didikan orang tuanya selama ini, selalu menekankan untuk bekerja tidak setengan-setengah dan harus tuntas dalam melaksanakan suatu pekerjaan, apapun pekerjaannya.

“Sekecil apapun pekerjaan kita harus tuntas dan peroleh hasil maksimal, itu yang menjadi kepuasan kita nantinya, jadi itu memang sudah terbiasa sejak saya jadi pengusaha, dan anggota DPRD, hingga sekarang selalu itu yang saya tanamkan,” ujarnya.

Namun mengenai peluangnya untuk berkarier di politik di kancah yang lebih tinggi, Neko mengaku sebagai anak Melayu berdarah Bugis dirinya tentu saja tidak gentar untuk tantangan yang lebih besar, karena selama ini hidupnya dihabiskan untuk melakukan tantangan-tantangan besar.

“Di mana pun kita, apapun pekerjaan kita pasti ada tantangan dan dari dulu saya tidak pernah takut dan tidak pernah mundur jika dihadapkan dengan tantangan-tantangan besar, karena garis hidup kita hanya Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tahu,” sebutnya.

Penulis: Tambunan

BAGIKAN