Kasus Covid-19 di Kepri Meningkat Sejak 3 Pekan Lalu

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana. Foto: ANTARA

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Jumlah kasus Covid-19 di Kepri meningkat sejak 3 pekan lalu sampai sekarang. Hal itu diungkapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Kepri.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kepri, dr Tjetjep Yudiana mengatakan hingga Minggu 20 November 2022 jumlah pasien Covid-19 mencapai 169 orang.

Dari total jumlah tersebut Tjetjep merinci, Batam 107 orang, Tanjungpinang 15 orang, Bintan 31 orang, Kabupaten Karimun 14 orang, Kabupaten Lingga satu orang dan Kabupaten Natuna satu orang.

Baca Juga:

Kabupaten Lingga yang sempat nihil kasus aktif selama sepekan bahkan mendapat penambahan satu kasus baru.

Sementara itu hingga sejak berbulan-bulan lalu hingga saat ini hanya ada satu kabupaten di Kepri yang selalu nihil kasus Covid-19.

“Sejak tujuh bulan lalu sampai sekarang yang bertahan nihil kasus aktif Covid-19 hanya Kabupaten Kepulauan Anambas,” kata Tjetjep,  Minggu 20 November 2022.

Anambas merupakan satu-satunya daerah dengan status Zona Hijau, sedangkan enam kabupaten dan kota lainnya di Kepri Zona Kuning atau risiko penularan rendah.

Selain penambahan kasus aktif Covid-19 di sejumlah kabupaten kota di Kepri, kemarin dua orang warga Bintan dinyatakan meninggal dunia setelah tertular Covid-19.

Tjetjep mengatakan dua warga Bintan yang meninggal dunia itu memang terinfeksi Covid-19 namun juga memiliki penyakit penyerta.

“Kasus kematian akibat COVID-19 jarang terjadi di Kepri, kecuali di Kota Batam ada satu atau dua orang hampir setiap hari dalam tiga pekan terakhir,” ujarnya.

Tjetjep mengatakan pihaknya sejak awal telah memberikan peringatan kepada warga Kepri untuk mewaspadai Covid-19, terutama bagi lansia dan yang memiliki penyakit penyerta.

Penelitian di Laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam baru-baru ini mendeteksi adanya puluhan pasien terkena virus Covid-19 varian Omicron XBB dan turunannya.

Sampel itu didapatkan dari pasien Covid-19 yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Batam.

Tjetjep mengatakan varian Omicron XBB dan turunannya ini tidak berbahaya bagi yang punya kekebalan tubuh yang baik, tapi tetap berbahaya abgi yang punya penyakit penyerta dan lansia.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kepri ini mengaku belum tahu apakah Omicron XBB dan turunannya ini sudah masuk ke kabupaten kota lain di Kepri selain di Batam.

“Karena sampel dari pasien di daerah lain selain Batam belum diteliti,” katanya.

Penulis: Asrul Rahmawati

Sumber: ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN