INVESTASI BATAM: Realisasi Investasi Asing Meningkat Dua Tahun Terakhir

Realisasi Investasi Asing di Kepri
Proyek apartemen di bilangan Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri, belum lama ini. (foto: gokepri/candra gunawan)

Batam (gokepri.com) – Sempat tertahan karena pandemi, realisasi penanaman modal asing di Kota Batam menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Investasi sektor usaha industri farmasi dan elektronik penyumbang terbesar.

Berdasarkan data Pusat Pengembangan BP Batam, realisasi investasi PMA meningkat 36,63 persen pada semester pertama 2022 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Nilai investasi PMA enam bulan pertama 2022 mencapai Rp5,11 triliun sedang semester pertama 2021 Rp3,74 triliun.

Adapun total realisasi investasi PMA dan PMDN pada periode semester pertama 2022 mencapai Rp6,17 triliun.

Investasi PMA Batam
Realisasi PMA di Batam. Data: Pusbang BP Batam

Realisasi investasi asing di Batam sempat turun pada 2020 atau ketika pandemi dimulai. Realisasinya hanya Rp1,74 triliun padahal pada semester pertama 2019 menembus Rp6,14 triliun dan semester pertama 2018 Rp3,6 triliun.

Namun ketika pandemi 2020 dan 2021, PMA dan penanaman modal dalam negeri saling berperan. Nilai penanaman modal dalam negeri yakni berturut-turut Rp5,28 triliun dan Rp4,08 triliun.

Investasi PMDN Batam
Realisasi investasi PMDN di Batam. Data: Pusbang BP Batam

Mengacu data Pusbang BP Batam, Singapura menjadi negara terbesar yang menanam modal di Batam sepanjang Januari-Juli 2022 yakni sebesar Rp3,7 triliun. Diikuti China Rp600 miliar, Taiwan Rp300 miliar, Jerman Rp100 miliar dan Belanda Rp40 miliar.

Berdasarkan sektor usaha, industri farmasi dan kimia menjadi penyumbang terbesar yakni USD1,3 juta kemudian diikuti industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi optik dan jam yang menyumbang USD1,1 juta.

Lalu diikuti perdagangan dan reparasi, industri logam dasar, industri makanan, industri kendaraan bermotor, transportasi gudang, industri lainnya, industri karet dan plastik dan terakhir konstruksi.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi mengatakan lembaganya akan terus memberikan kemudahan berusaha dan berinvestasi di Kota Batam untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Batam mencatatkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 yang signifikan, dengan capaian pertumbuhan ekonomi 4,75 persen, bahkan lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,69 persen dan Kepri sebesar 3,43 persen.

“Pelayanan publik pun dipermudah demi mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Rudi.

Realisasi Investasi di Kepri

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis realisasi investasi di Batam Penanaman Modal Asing (PMA) dan (Penanaman Modal Dalam Negeri) PMDN di Batam sepanjang Januari-Juni 2022 atau semester I tahun 2022 yang mencapai Rp6,17 triliun dengan 1.529 proyek.
Secara komulatif realisasi investasi Semester I PMA sebesar 82,86 persen yang mencapai Rp5,11 triliun dengan 696 proyek dan PMDN sebesar 17,14 persen dengan nilai Rp1,05 triliun dengan 833 proyek dari realisasi investasi di Batam.

Lebih rinci, realisasi investasi sepanjang periode April-Juni atau kuartal II 2022 untuk PMA mencapai Rp1,65 triliun dari 285 proyek dan PMDN sebesar Rp448,5 miliar dari 361 proyek, sementara periode Januari-Maret atau kuartal I 2022 PMA sebesar Rp3,46 triliun dari 411 proyek sedangkan PMDN sebesar Rp609,8 miliar dari 472 proyek.

Sementara, angka realisasi investasi semester I PMA di Kepri mencapai Rp6,46 triliun. Angka realiasasi tersebut hanya menempatkan posisi Kepri berada di peringkat 14 dari 34 provinsi Indonesia.

Dengan angka tersebut, Batam menyumbang persentase terbesar dengan 79,16 persen dari realisasi investasi PMA di Kepri.

Penulis: Candra Gunawan

BAGIKAN