DATA: Kenaikan UMK Batam Lima Tahun Terakhir dan Tingkat Inflasi

UMP 2022
Buruh membentangkan poster saat berunjuk rasa di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/11/2021). Mereka menuntut perbaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Batam (gokepri.com) – Upah minimum Kota Batam akhirnya ditetapkan sebesar Rp4.186.359. Batas upah terkecil tahun depan mengalami kenaikan sekitar 0,85 persen, setara Rp35.429 dari UMK Batam 2021.

Meski sudah ditetapkan, buruh Kota Batam masih menolak ketetapan Gubernur Kepri yang diterbitkan pada 1 Desember 2021 itu. Mereka menganggap kenaikan upah tahun depan tak layak.

Berdasarkan data yang dikumpulkan gokepri.com, kenaikan upah tahun 2022 lebih tinggi dibanding kenaikan 2021.

Tapi, kenaikan upah dua tahun terakhir tak setinggi sebelum-sebelumnya yang rata-rata mencapai 8 persen pertahun atau setara Rp300.000-an. Pemerintah tahun ini menggunakan formula baru PP 36/2021 dengan UU baru yakni Cipta Kerja. UU sebelumnya tak dipakai lagi.

UMK Batam 2022

Upah minimum bukan hanya instrumen untuk menyejahterakan pekerja. Upah minimum juga berperan mendorong konsumsi, menggerakkan investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan pengupahan pun amat krusial.

Upah minimum seharusnya menjadi jaring pengaman agar buruh tidak digaji semena-mena. Namun, duet maut pandemi Covid-19 dan berlakunya sistem pengupahan baru membuat laju kenaikan upah minimum 2022 tertahan di bawah tingkat inflasi. Jaring pengaman yang diharapkan pekerja tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Berdasarkan data gokepri, pada 2021 kenaikan upah di Batam masih di bawah inflasi. Sebelum 2020, justru jauh di atas inflasi. Sedangkan UMK 2022 yang naik 0,85 persen masih tipis di atas tingkat inflasi kalender 0,66 persen yang tercatat baru sampai September 2021. Untuk diketahui, inflasi adalah ketika harga barang-barang atau kebutuhan mengalami kenaikan.

UMK Batam 2022

Penulis: Candra Gunawan

- Baca Juga: 
BAGIKAN