Makanan dan Minuman Picu Inflasi Tanjungpinang Meningkat

Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang
Rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang secara virtual, Kamis (18/2/2021).

Tanjungpinang (gokepri.com) – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tanjungpinang, Mangamputua Gultom memaparkan kondisi inflasi di Tanjungpinang Januari 2021 mencapai 0,56 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pada Januari 2020 yang hanya mencapai 0,36 persen. Hal tersebut disampaikan Mangamputua dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang secara virtual, Kamis (18/2/2021).

Inflasi pada bulan Jauari 2021 ini dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,48 persen. Kemudian penyediaan makanan dan minuman restoran sebesar 0,67, perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami indeks sebesar 0,53 persen.

Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberi inflasi sebesar 0,06 persen. Serta pakaian dan alas kaki mencapai 0,02 persen.

HBRL

“Namun, kenaikan indeks di Januari 2021 dinetralisir terjadi deflasi pada kelompok transportasi kesehatan, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,09%, 0,24%, dan, 0,01%,” jelasnya.

Sementara, tiga kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks pada Januari 2021. Yaitu pada kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, rekreasi, olahraga, dan budaya, serta pendidikan.

“Kelompok ini stabil dibandingkan dengan kondisi pada januari 2020,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Tanjungpinang, Hendra memastikan stok beras aman sampai empat bukan ke depan. Begitu juga, dengan minyak goreng, tepung terigu, dan daging beku.

“Saat ini stok beras ada 1.873 ton, minyak goreng 4 ton, daging beku 9 ton. Kita akan lakukan penambahan stok menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri,” ujarnya

Untuk program operasi pasar, Hendra mengatakan masih terus berjalan maksimal melalui kemitraan-kemitraan, distributor dan RPK. “Saat ini jumlah RPK terdaftar ada 333 RPK. Kami berharap antusias tersebut dapat di dukung dan terus bertambah jumlahnya. Kita buka peluang dengan kondisi pandemi ini,” ujarnya.

Sementara itu Walikota Tanjungpinang Rahma mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan kegiatan penguatan ekonomi. Seperti pelatihan menjahit, membuat kue, sertifikasi, hingga membantu pemasaran dan promosi hasil produk UMKM lewat pasar modern (swalayan).

“Pelaku UMKM selama ini menjadi salah satu urat nadi perekonomian masyarakat. Makanya, mereka harus terus didorong dan dimotivasi supaya bisa terus berkembang,” katanya. (wan)

Pos terkait