Dominasi Lini Tengah Antar Spanyol ke Final Piala Dunia

Pedro Porro merayakan gol saat Spanyol mengalahkan Perancis 2-0 pada semifinal Piala Dunia di Arlington, Texas.
Pedro Porro merayakan gol kedua Spanyol ke gawang Perancis pada semifinal Piala Dunia di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Selasa (14/7/2026). Kemenangan 2-0 membawa Spanyol melaju ke partai final. REUTERS

Spanyol menyingkirkan Perancis dengan kemenangan meyakinkan 2-0. Dominasi lini tengah menjadi kunci tiket menuju final Piala Dunia.

ARLINGTON, Texas (gokepri) — Perancis datang sebagai favorit. Pulangnya justru dengan kepala tertunduk. Apa yang membuat Spanyol begitu dominan?

Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Perancis 2-0 pada semifinal di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Selasa (14/7/2026) waktu setempat. Juara Eropa itu meredam tim yang sebelumnya difavoritkan menjadi juara melalui permainan disiplin dan penguasaan lini tengah.

Baca Juga: Spanyol Terlalu Tangguh bagi Austria

Kemenangan ini membawa Spanyol kembali selangkah dari gelar juara dunia pertama sejak 2010. Di final, Spanyol akan menghadapi pemenang laga Argentina melawan Inggris yang berlangsung setelah pertandingan ini.

Perancis datang ke semifinal dengan kepercayaan diri tinggi. Tim asuhan Didier Deschamps sebelumnya tampil produktif sepanjang turnamen dan diperkuat lini depan yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Bradley Barcola, dan Michael Olise.

Namun, kekuatan itu nyaris tidak berkembang. Spanyol mengendalikan tempo sejak awal melalui Rodri, Fabian Ruiz, dan Dani Olmo. Dominasi lini tengah membuat Adrien Rabiot dan Aurelien Tchouameni kesulitan membangun serangan.

Meski menguasai permainan, Spanyol sempat mendapat ancaman pada menit ke-16. Mbappe hampir lolos ke kotak penalti, tetapi bek muda Pau Cubarsi mematahkan peluang tersebut melalui sapuan krusial.

Tekanan Spanyol akhirnya berbuah gol pada menit ke-20. Umpan silang Marc Cucurella memicu kemelut setelah Lucas Digne mengenai Lamine Yamal saat berupaya menghalau bola. Wasit Ivan Barton menunjuk titik penalti.

Mikel Oyarzabal menjalankan tugas sebagai eksekutor dengan tenang. Tendangannya mengecoh kiper Mike Maignan dan membawa Spanyol unggul 1-0.

Situasi Perancis semakin berat setelah bek tengah William Saliba mengalami cedera pada menit ke-31. Ia digantikan Maxence Lacroix sehingga lini belakang Perancis kehilangan salah satu pemain kuncinya.

Spanyol hampir menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Rangkaian umpan cepat membelah pertahanan Perancis sebelum Dayot Upamecano memblok tembakan Fabian Ruiz.

Perancis memperoleh peluang terbaiknya menjelang babak pertama usai. Umpan terobosan Rabiot membuka ruang bagi Mbappe, tetapi kiper Unai Simon membaca situasi dengan cepat dan menggagalkan peluang tersebut.

Selepas jeda, Spanyol tetap mendominasi penguasaan bola. Perubahan taktik yang dicoba Deschamps belum mampu memutus kendali lini tengah lawan.

Gol kedua lahir pada menit ke-58. Kombinasi satu-dua Pedro Porro dan Dani Olmo membongkar pertahanan Perancis sebelum Porro menuntaskan peluang dengan penyelesaian akurat yang kembali menaklukkan Maignan.

Tiga menit kemudian, Spanyol sempat mencetak gol lagi melalui Lamine Yamal. Namun, gol itu dianulir karena posisi penyerang muda Barcelona tersebut lebih dulu berada dalam posisi offside.

Deschamps memasukkan sejumlah pemain baru untuk meningkatkan daya serang. Akan tetapi, organisasi pertahanan Spanyol tetap solid sehingga Perancis kesulitan menciptakan peluang bersih.

Peluang terbaik Perancis pada babak kedua kembali datang dari Mbappe. Namun, tembakannya di tiang dekat masih mampu diblok Simon.

Frustrasi Perancis terlihat hingga akhir pertandingan. Mbappe menerima kartu kuning setelah melanggar Simon ketika Spanyol mengamankan keunggulan.

Kemenangan ini memperpanjang tren positif Spanyol atas Perancis dalam pertemuan kompetitif. Setelah dua kemenangan sebelumnya, Spanyol kembali menunjukkan efektivitas permainan kolektif dan penguasaan lini tengah untuk menghentikan langkah salah satu unggulan utama turnamen.

Baca Juga: Simulasi Supercomputer: Spanyol Dijagokan Juara Piala Dunia 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News