Batam (gokepri) – Real Estate Indonesia (REI) Expo Batam yang digelar di Exhibition Hall Grand Batam Mall resmi dibuka, Kamis 29 Mei 2025. Evet ini digelar sebagai ajang strategis dalam mempertemukan berbagai pihak terkait di sektor properti.
Ketua DPD REI Khusus Batam, Robinson Tan mengatakan, sektor properti di Batam kini sudah membaik. Ditambah dukungan BP Batam dalam memperudah perizinan.
“Seperti yang direncanakan pemerintah itu 3 Juta rumah untuk masyarakat bisa kita berikan,” kata dia.
Dia menyebutkan REI Expo tahun ini mengusung konsep baru dengan menggabungkan segmen properti menengah ke atas dan subsidi dalam satu acara. REI juga menggandeng program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk memperkenalkan rumah subsidi kepada masyarakat.
“Ini adalah REI Expo rebound. Pertumbuhan ekonomi Batam sudah cukup baik, sekarang kami memperkuat dengan menggabungkan penjualan rumah komersial dan subsidi. Target transaksi kami di expo tahun ini adalah Rp88 miliar,” tegas Robinson.
ia mengungkapkan geliat pembangunan dapat terlihat nyata di berbagai titik kota, mencerminkan keyakinan pasar terhadap prospek properti yang cerah.
“Kalau kita lihat dari awal tahun sampai April, para anggota REI menunjukkan perkembangan yang sangat baik dalam hal penjualan properti,” ujar Robinson.
Ia menambahkan, pertumbuhan properti di Batam bukan sekadar data di atas kertas, tetapi sudah tampak jelas di lapangan. “Pembangunan terlihat di mana-mana. Ini sinyal kuat bahwa sektor properti sedang dalam kondisi sehat dan prospektif,” tambahnya.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, yang dinilai sebagai ajang strategis dalam mempertemukan berbagai pihak terkait di sektor properti.
“Saya mengapresiasi dan menyambut baik agenda yang kita laksanakan hari ini. Karena di sini akan terbangun komunikasi yang konstruktif antara pihak REI, pihak pengembang, perbankan, dengan konsumen atau nasabah,” ujarnya.
Amsakar menekankan pentingnya interaksi yang erat antar stakeholder di bidang properti untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam memilih hunian. Ia berharap REI Expo dapat menjadi momentum yang memperkuat sinergi lintas sektor, sekaligus memberikan solusi hunian yang cerdas dan terjangkau bagi masyarakat.
“ Semakin dekat interaksi ini terbangun, insyaallah akan semakin konstruktif ikhtiar kita dalam memberikan literasi yang cerdas kepada masyarakat, sehingga mereka bisa tepat memilih rumah, ” tambahnya.
Menurutnya, momentum seperti ini sangat penting dalam mempertemukan seluruh pemangku kepentingan di bidang properti, guna saling mendukung dan memperkuat satu sama lain.
Amsakar juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan dalam pelayanan perizinan sebagai bagian dari upaya mendukung sektor properti dan investasi.
ia juga menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Batam. Ia mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan Presiden beberapa waktu lalu, dirinya menyatakan keyakinan bahwa Batam mampu melampaui target nasional pertumbuhan ekonomi.
“Kalau RPJMN menargetkan pertumbuhan sebesar 8 persen, insyaallah Batam bisa mencapai 9,5 sampai 10 persen. Ini bukan sesuatu yang berlebihan, karena Batam adalah kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang mendapat berbagai fasilitas negara seperti bebas bea masuk, PPN, dan PPNDN,” jelasnya.
Ia merinci sejumlah keunggulan Batam, mulai dari keberadaan 31 Himpunan Kawasan Industri (HKI), 135 industri perkapalan, hingga tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Maintenance Repair Overhaul (MRO) Batam Aero Technic di Bandara Hang Nadim, dan KEK Kesehatan yang tengah dikembangkan.
“Dengan posisi geografis yang strategis, konektivitas nasional dan internasional melalui enam pelabuhan internasional dan satu bandara internasional, serta berbagai fasilitas dari negara, saya optimis target tersebut dapat kita capai,” pungkasnya.**
Penulis: Engesti








